Cara Membuat Foto Panorama 360 Derajat

Cara Membuat Foto Panorama 360 Derajat

Cara Membuat Foto Panorama 360 Derajat, pada postingan sebelumnya abang mengenalkan tentang foto panorama atau VR360 baca artikel : Foto Panorama 360 Derajat (VR360). Nah, kali ini abang akan membahas bagai mana cara membuat foto panorama 360 derajat dan menghasilkan foto panorama 360 derajat yang berkualitas baik.

Berikut langkah-langkah membuat foto panorama 360 derajat :

  1. Menghitung field of view
    Karena foto 360° dibuat dari potongan-potongan gambar yang disatukan, maka kita harus tahu dulu berapa banyak gambar yang harus kita ambil menggunakan kamera dan lensa yang kita punya. Semakin besar sensor dan semakin kecil mm lensa, maka semakin sedikit gambar yang kita butuhkan. Gambar paling atas saya ambil menggunakan Canon Powershot SX40 (24mm equivalent) dan membutuhkan 29 gambar. Kalau Anda pakai kamera full frame seperti Canon 5D, 1DX, Nikon D800, D600, D4 dll dan menggunakan lens kit 18 mm, maka jumlah gambar yang dibutuhkan lebih sedikit, yaitu 14-16 gambar. Yang paling “maut” adalah jika Anda memakai kamera full-frame dipadu dengan lensa fish-eye 8mm, maka gambar yang anda perlukan hanya 4 buah saja. Kenapa begitu? karena setiap paduan lensa dan kamera akan menghasilkan fov yang berbeda. Untuk melakukan penghitungan fov ini, ada kalkulator khusus, klik di sini. Kalkulator tersebut sejatinya hanya untuk menghitung untuk foto panorama biasa (bukan equirectangular) tapi cukup nyaman untuk menghitung fov dan jumlah foto yang dibutuhkan untuk membuat foto equirectangular.
  2. Mencari no-parallax point
    No-parallax point dikenal juga dengan entrance pupil, meskipun banyak sekali yang salah kaprah menyebutnya dengan nodal point. No-parallax point ini sangat penting untuk pengambilan foto 360 derajat, agar tidak terjadi perbedaan perspektif antara gambar satu dan lainnya. Setiap lensa dan kamera memiliki no-parallax point yang berbeda-beda. Tabel entrance pupil ini bisa dilihat di sini. Kalau ternyata dalam database di atas lensa/kamera Anda tidak ditemukan, maka Anda bisa menggunakan metode seperti di video berikut ini:
  3. Mengambil gambar
    Saya asumsikan Anda sudah menemukan nodal point dan akan menggunakan teknik philopod (murah meriah   :D) Teknik philopod ini cocok jika Anda ingin membuat foto equirectangular di daerah yang lapang dan luas seperti outdoor atau dalam bangunan yang besar. Jika ingin mengambil gambar di ruang yang sempit atau dekat dengan obyek tertentu, maka sebaiknya menggunakan panohead karena lebih stabil. Pertama kali yang harus diketahui, untuk mengambil gambar untuk panorama 360 ini adalah setting kamera anda harus full manual. Shutter, diafragma (bukaan lensa), ISO dan white balance harus diset manual. Bahkan terkadang Anda harus menggunakan manual focus demi menjaga kualitas gambar. Kenapa harus manual? Karena kalau diset Auto atau Program mode atau lainnya maka kamera akan menyesuaikan eksposur setiap bidikan. Akibatnya hasil akhir foto panorama Anda akan blonteng2. Adapun cara pengambilan gambarnya, lihat video berikut ini. Jika kamera Anda adalah DSLR dengan sensor APS-C seperti Canon 60D, 550D, 7D, 1100D, Nikon D3100, D7000, D5200, dll (APS-C Canon dan Nikon beda dikit) dan menggunakan 18-55mm lensa kit, maka Anda butuh minimal 32 gambar. Dengan 32 gambar, maka overlap horizontalnya adalah 19%, sudah cukup untuk melakukan stitch. 32 gambar tersebut perinciannya sebagai berikut: 10 lurus horizon, 10 agak mendongak, 10 agak menunduk, 1 tegak ke atas dan 1 tegak ke bawah. Bidikan tegak ke atas dan tegak ke bawah adalah untuk mengambil zenith dan nadir. Zenith adalah titik di atas ubun-ubun, Nadir adalah titik bawah lensa. Panorama 360 dengan Canon 550D.
  4. Menggabung gambar
    Selanjutnya adalah menggabung gambar (stitching) di komputer menggunakan software PTGui atau Hugin. Cara penggunaannya gampang, tinggal klik-klik saja. Jika Anda sudah biasa dengan macam-macam software editing foto, saya rasa tidak akan kesulitan menggunakannya. Saya biasa menggunakan PTGui dan belum pernah sekalipun menggunakan Hugin. Jika gambar-gambar Anda sangat bagus (bagus secara teknis) maka PTGui bisa melakukan stitching secara otomatis, dengan minim bantuan Anda. Tapi jika tidak begitu bagus, Anda terkadang perlu melakukan masking untuk menyembunyikan obyek-obyek tertentu seperti pemberat benang, kaki, tripod dsb.
    Di sinilah pentingnya jika gambar yang diperlukan tidak terlalu banyak. Semakin banyak gambar, maka potensi eror semakin besar dan post processing semakin lama. Sebaliknya jika gambar yang dibutuhkan sedikit, kerja komputer lebih enteng.
    Gambar akhir yang dihasilkan untuk sebuah foto equirectangular memiliki rasio 2:1. Artinya jika lebar 10.000 piksel, maka tinggi harus 5000 piksel. Standar yang cukup adalah 8000 x 4000 atau 6000 x 3000.
  5. Menampilkan foto panorama equirectangular
    Untuk menampilkan foto 360 derajat ini Anda akan butuh viewer khusus. Saya biasa menggunakan viewer gratisan yaitu FSPViewer. Download di sini.
  6. Mengupload gambar ke 360cities.net
    Sayang sekali jika foto 360 derajat hasil jerih payah Anda disimpan sendiri dan tidak dibagikan ke publik. Maka dari itu Anda bisa menguploadnya ke 360cities.net. Gambar yang diupload ke 360cities harus direview dulu apakah pantas dipublikasikan atau tidak. Jika gambar tersebut secara teknis sudah memenuhi syarat, maka bisa dipublikasikan. Selanjutnya, semua gambar yang dipublikasikan akan dapat kesempatan untuk ditampilkan juga di Google Earth. Proses review di 360Cities memang agak lama untuk anggota gratis, tapi sekali di-approve, sensasinya luar biasa 😀

Berikut adalah beberapa hasil karya saya yang sudah tampil di 360Cities dan Google Earth:

Referensi bacaan lebih lanjut:
http://wiki.panotools.org
http://help.360cities.net/taking-panoramic-pictures/how-to-get-started

Bang Jonai

si abang yang senang bereksperimen, traveling, fotografi dan teknologi serta membagikan pengalamannya untuk dijadikan informasi yang berguna dan bermanfaat di blog ini.

You may also like...

Leave a Reply